Dulu kita
punya satu cerita. Tentang sebuah ‘rumah’ berpondasi sama. Pondasi yang sempat
membuat kita ada. Sekarang - kira-kira mulai beberapa hari yang lalu- cerita
kita tlah berbeda. Kau masih dengan ‘rumah’, aku sedang dengan ‘harta’. Kau masih sibuk membangun ‘rumah’, sedangkan aku
sibuk mengais ‘harta’.
Pelan-pelan
kita kian renggang. Dari dulu sebenarnya, tapi kini semakin terasa. Semakin ke
sini, semakin jauh. Bagaimana ini?
Ternyata kita tak hanya soal jarak yang
sebenarnya. Tapi juga soal jarak nominal. Beberapa kali
kita coba cari solusi, berkali-kali juga kita buntu. Beberapa kali juga kita
coba menyerah, tapi sebanyak itu juga kita kembali. Bagaimana ini, Tuan
Januari?
0 komentar:
Posting Komentar