Bohong kalau dibilang
semuanya biasa saja. Ini tidak biasa. Benar-benar tidak. Hanya menyembunyikan
yang sebenarnya. Tak ingin seperti yang sudah-sudah. Saat terasa begitu makin menyakitkan
ketika beberapa orang mencoba menenangkan. Melaporkan segala tindak tanduk yang
tak selamanya menyenangkan. Berbohong adalah cara paling bijak yang bisa
ditempuh.
Melalui
pertemuan, mengenal. Melalui dunia maya, mencari tau. Pertemuan langsung tak pernah membuahkan hasil maksimal. Selalu
ada sekat yang sulit sekali ditembus. Bahkan untuk mengenal lebih jauh saja
harus dalam senyap. Sesulit inikah rasa hati yang duluan tercuri?
Bukan ingin
seperti paham masa kini. Justru menginginkan paham yang banyak dikata kolot.
Tapi tetap butuh kepastian. Mata, hati, logika bekerja dari awal pertemuan
hingga beberapa kali berikutnya. Pesan yang disampaikan tak biasa. Sakitnya,
tak pernah terdengar suatu kepastian.
Saling
menjalankan kodrat. Mungkin itu yang tengah terjadi. Atau memang bukan saling
kodratnya? Lagi? Sudah entah keberapa kali. Mungkin kepastian masih terasa
sangat muluk. Kalau begitu, bagaimana dengan komunikasi? Untuk yang ini kenapa
tidak sepersekian detik pun terjadi? Entah bagaimana mengakhiri sesuatu yang
tak jelas awalnya.
Diam-diam pula
tulisan tercipta, sesuai cita-cita. Walau bukan penulis ini yang diharap. Tapi
setidaknya memenuhi ideal...sedikit. Ingin sekali menerima tulisan yang atas
kegundahan karenanya. Berada diposisi ini dan sebaliknya. Sepertinya sulit,
karena jangankan kepastian atau komunikasi, sekedar menyapa saja enggan. Atau
mungkin bahkan selalu alpa dari bersitan ingatan..
0 komentar:
Posting Komentar