Disclaimer: Ketika saya menulis
tentang seseorang, biasanya itu adalah hasil wawancara atau saya mengenal betul
tentangnya. Tapi kali ini tidak. I let my brain to think and my heart felt very
deeply about him without my permission. This is not a judgment, just call it my
first impression. Tulisan ini juga tidak menyediakan foto-foto cakepnya Mario.
Melihat
seseorang melalui foto dan bertemu langsung seringkali berbeda. Karena ketika bertemu
langsung, kau dapat melihat jelas tiap lekuk di tubuhnya, garis wajah, tekstur
dan warna kulitnya, bentuk mata, hidung sampai kukunya. Kau bahkan bisa mencium
aroma tubuhnya. Kali ini pun begitu.
Plaza
Medan Fair, Medan. 15 Mei 2016. 17.00 WIB. Ia kenakan kemeja garis-garis biru
yang ia lapis dengan kaos oblong putih, celana jeans dan kacamata hitam, sepatu
putih. Tingginya mungkin sekitar 169 cm, dengan kulit putih bersih. Hidungnya
mancung, matanya cukup besar, dengan apple cheeks yang gigit-able. Kalau malas membayangkan, ketik
saja Mario Ginanjar atau Mario Kahitna di laman pencarian internet and you will meet him.
![]() |
| Memotivasi buat luluran tiap hari |
Kesan pertama ketika melihatnya adalah “cakep!”. Suaranya juga cakep, indeed! Saya bilang pita suaranya keriting. Lagu demi lagu dibawakan Kahitna, yang membawa saya ikut nyanyi. Sesekali dia berdiri di depan saya dan beberapa kali saya teriak “Marioooo!!” “Ya Allah, Mario”, “Mario, ya ampun”, “Peress!”, “Iii, gemess”. Yes, i was be a girl at that moment. I don’t do that often, by the way.
Kahitna
turun panggung, saya pulang, upload beberapa
foto dan video di Instagram. Di salah satu foto Kahitna yang saya upload, saya tuliskan “I’ve fallen for Mario”. But truly, it’s not about love, i just
started thinking and wanted to know more about him. Dan di sini lah awal
mula kenapa tulisan ini ada.
Saya
mulai cari tau tentangnya melalui foto-foto di Instagram nya (yes, saya baru follow setelah acara tersebut. Cause
that’s me! Saya baru akan ikuti media sosial seseorang kalau sudah pernah
bertemu). Kemudian melalui foto-foto yang di tag ke akun Instagram nya (setelah ini, saya bakal diblok
sepertinya). Saya perhatikan foto-foto seperti apa yang ia sukai. Lalu, saya
buka blog nya dan baca beberapa tulisan. And,
these are what my brain and heart say about him.
Mario
lahir sehari setelah saya, namun 11 tahun sebelum saya. Sesama Pisces, saya
coba sedikit menariknya ke dalam diri saya. Mario, kalian tidak akan pernah
melihat wajahnya murung, tawanya hilang, berisiknya absen, saat bersamanya.
Kalian akan merasa ia sebagai manusia yang tak pernah punya beban, tak pernah
sedih, menjalani hidup dengan sangat santai. No! Bukan karena itu. Tapi karena
ia sudah terlalu lelah untuk murung, terlalu malas menceritakan segala
keresahannya. Ia tidak ingin membuka kembali kesedihan yang susah payah ia
netralisir dan yang pasti ia tak ingin sekelilingnya bersedih. Baginya, tertawa
bersama orang-orang sekelilingnya adalah obat paling mujarab, dibanding harus
membagi kesedihan. Hatinya rapuh, perasaannya sangat sensitif, ia mudah
tersentuh. Tapi mentalnya sekuat baja, sekokoh karang.
| What the! Is he really 34 yo? Masih kayak bocah. Gemes! |
Mario, seorang yang perfeksionis nan picky. He really knows what he want, what he have to do, meski itu dianggap tak wajar, mana ia peduli. Dia akan senang ada yang bersedia berjalan mendampinginya, tapi jangan dikte ia. Saya rasa, Mario sangat kagum pada budaya dan pola pikir bangsa barat. Dia seorang yang open minded. Kalau tak paham dia, kalian akan kira dia nyentrik, aneh, berbeda atau apalah. Tapi dia adalah orang yang sangat menerima perbedaan, keberagaman. I guess, akan sangat menyenangkan bertukar pikiran dengannya.
Dear ladies, be careful karena Mario adalah tipe yang akan do anything to get your heart (in fact, he doesn’t need to do a lot of
things, he has got it). Dia orang yang penyayang. Ia sulit jatuh cinta namun
akan sangat setia ketika ia sudah jatuh cinta. Kalau ingin berdebat dengannya, don’t use your logic but your heart.
Karena logika nya sudah melalang buana kemana ia mau. Curhat padanya sangat
menyenangkan, melegakan dan solutif. Percayalah
ada curhat di setiap nasehat. Mungkin yang kalian rasa, tak seberapa
dibanding yang pernah ia rasa. Tapi ketika he
doesn’t have idea, he will tell you. Dan ketika dia nyaman dengan mu, kau
akan melihat kerapuhannya. Tapi ia tidak akan membiarkan itu terjadi lama. Kau
akan kembali melihat tawanya.
***
***
Setiap
orang yang hadir dalam hidup mu, pasti punya dan akan memberi arti serta
perannya tersendiri. Sekecil dan seabstrak apapun itu. Pertemuan dengan
seseorang adalah bagian dari takdir. Dan itu hadir pada saat yang paling tepat.
Saya heran, kenapa takdir saya bertemu dengannya harus sekarang? I’ve found the answer now.
Takdir
pertemuan saya dengan Kahitna, hadir dengan cara yang di luar dugaan. Yes, that's why it's called takdir, cause we never know. Saya bisa hadir ke
acara tersebut karena mendapat undangan as
a blogger. Padahal, saya jarang sekali memublikasikan blog dan sudah dua
bulan terakhir tidak aktif. Tapi blog saya bisa termonitor dan dapat undangan.
Saya tau ada Kahitna, tapi enggak berharap banyak bisa ketemu, karena saya
pikir hanya boleh hadir di media talkshow.
Ternyata
tidak. Saya dapat id card ‘media’ dan
dapat akses bebas masuk ke arena acara, termasuk ketemu Kahitna. Waktu itu,
saya ajak kakak. Niatnya, saya ingin menjadikan bertemu Kahitna sebagai hadiah
ulang tahun untuknya. Yes, that day was
her birthday. I couldn’t give her
anything, i just could take her to meet them. She really loves Kahitna. Beda dengan saya yang hanya tau beberapa lagu
Kahitna. Saya bisa ikut bernyanyi tapi jangan tanya apa judul lagu tersebut.
Saat
hadir di acara itu, saya sedang merasa amat sangat kecewa dan pesimis pada diri
saya sendiri. Mendapat kepercayaan dari perusahaan besar untuk hadir di acara
mereka, ikut media talkshow, ketemu Kahitna, buat saya lupa kesedihan itu.
Kemudian saya baca tulisan Mario GAGAL = SUKSES dan PRODUK GAGAL di blognya
(akan saya re-blog setelah tulisan ini. Terima kasih abang, kakak, om, bae (excuse
me --“) Mario sudah diijinkan). Baca dua tulisan itu saya tertampar.
Sebegitu bodohkah saya? Kalau saya tidak yakin pada diri saya sendiri,
bagaimana orang lain bisa? Siapa lagi yang akan yakin? Kenapa saya tidak bisa
mensyukuri tiap detik dalam hidup? Kenapa saya begitu cepat jatuh? Kenapa?
Kenapa? Dan kenapa?
Saya pernah bilang, setiap orang memiliki energi masing-masing dan akan menarik energi yang serupa. Now, saya tau kenapa “i’ve fallen for Mario”. Karena ada energi yang sama dari diri Mario yang sama dengan energi saya (dan tidak sebaliknya hahaha). Ini lah kenapa saya tertarik beropini tentang dirinya.
Saya
bingung harus menutup tulisan ini seperti apa. Dear Mario Ginan7ar, if you
read it, would you tell me kenapa harus ditulis “Ginan7ar”? Ada
filosofinya?
Once more, tulisan ini bukan judgment, saya bukan cenayang atau coba-coba jadi psikolog. Kita bisa coba mengenali seseorang melalui media sosial dan tulisannya. Tapi kita tidak bisa menuduhkan apapun.
I wanna thank to God cause he brought you to my life, Mario. Kalau kata Westlife di lagu Angel's Wings “I know that God must love me cause He sent you to me on angel's wings” #Asek. Sudah lama sekali saya tidak penasaran dengan karakter orang lain. And i feel it again, now. Yipppiiiee!
Once more, tulisan ini bukan judgment, saya bukan cenayang atau coba-coba jadi psikolog. Kita bisa coba mengenali seseorang melalui media sosial dan tulisannya. Tapi kita tidak bisa menuduhkan apapun.
I wanna thank to God cause he brought you to my life, Mario. Kalau kata Westlife di lagu Angel's Wings “I know that God must love me cause He sent you to me on angel's wings” #Asek. Sudah lama sekali saya tidak penasaran dengan karakter orang lain. And i feel it again, now. Yipppiiiee!
Please forgive me, Mario, kalau banyak bahkan semua hal yang saya
tuliskan salah. Tulisan ini adalah pengingat kenapa saya nge-re-blog dua
tulisan abang (i really love to call you ‘abang’).
Jika salah, semoga saya bisa menuliskan bagaimana kamu yang sebenarnya di satu
tulisan lain, kelak.
Please keep shining, keep inspiring, abang. Saya tidak ingin mengibaratkan mu seperti lilin dan bulan. Kamu itu (harus) seperti kuku, yang meski tak dianggap, dipotong berulangkali, ditempatkan pada segala jenis keadaan, tapi tetap tumbuh, tetap bermanfaat, tetap melindungi. Selalu ada meski sering dilupakan keberadaannya.
Pada orang-orang di sekeliling saya, selalu saya katakan “Semoga kebahagiaan selalu menjadi teman terbaikmu”. Kini abang jadi salah satu pemilik doa tersebut. – Dari seorang gadis berbaju pink, jilbab hitam, di sebelah kiri panggung, yang suaranya....ah sudahlah -.
Please keep shining, keep inspiring, abang. Saya tidak ingin mengibaratkan mu seperti lilin dan bulan. Kamu itu (harus) seperti kuku, yang meski tak dianggap, dipotong berulangkali, ditempatkan pada segala jenis keadaan, tapi tetap tumbuh, tetap bermanfaat, tetap melindungi. Selalu ada meski sering dilupakan keberadaannya.
Pada orang-orang di sekeliling saya, selalu saya katakan “Semoga kebahagiaan selalu menjadi teman terbaikmu”. Kini abang jadi salah satu pemilik doa tersebut. – Dari seorang gadis berbaju pink, jilbab hitam, di sebelah kiri panggung, yang suaranya....ah sudahlah -.
25 Mei 2016. 20.00 WIB. Ditulis
ketika sedang brainstorming dan
berpikir dalam tentang kehidupan.

0 komentar:
Posting Komentar