P R O D U K G A G A L [Re-blog dari Mario Ginanjar]

Terlahir sebagai anak pertama, banyak orang yang tidak menyangka kalo itu adalah sebuah fakta. Mungkin pembawaan saya kurang " sulung ". Sahabat saya, Melanie Putria, menjuluki saya sebagai " Manusia yang Tidak Pernah Sedih ". Boy, she was so wrong...





For as long as i can remember, i was a good child. Ibu saya bilang, melihat ada anak kecil yang nangis di mall baru - baru ini, " Kakak waktu kecil ngga pernah tuh nangis meraung - raung kaya gitu. Ketawa - ketawa terus. Bahkan pas lahir pun nangisnya cuma bentar banget, sisanya cuma melototin tante - tante yang dateng nengokin aja. " 

Seiring perjalanan waktu, orang tua saya memutuskan berpisah. Waktu itu saya masih SMA dan adik saya baru saja masuk SMP. It was a mess tapi i had to be strong for my little sister. So i sucked it all in and kept it inside. Ngga ada yang tau soal perceraian orang tua saya di sekolah termasuk sahabat - sahabat saya.Prinsip saya waktu itu, berbagi kesenangan saja deh, ngga usah berbagi kesedihan. Biar kesedihan ditanggung sendiri tanpa merepotkan orang lain. Terkadang prinsip itu masih suka terbawa sampai sekarang... 

Banyak teman - teman saya yang menjadi produk broken home juga, mengalami depresi hebat.Memberontak, mabuk bahkan narkobaan. Tapi, saya ngga merasa perlu melakukan hal - hal tersebut. I love myself too much to destruct it. And i had my music.

Yes, it was music that saved my life. 

Semasa SMA, setiap malam saya nyanyi di lobby hotel - hotel ternama di Bandung. Bergantian dari Holiday Inn, Preanger, Sheraton dan banyak lagi. Musik menyelamatkan saya.Membuat saya tetap sibuk. Membuat saya semangat lagi kala bangun di pagi hari. 

Melalui lagu, saya bisa berpura - pura menjadi manusia paling bahagia di dunia. Saya bisa menyanyikan lirik lagu Make It Happen-nya Mariah Carey sepenuh hati di dalam kamar yang saya kunci rapat dan berpura - pura sedang bernyanyi di acara Grammy Awards dan lupa sama sekali mengenai masalah yang ada. Tidak ada sehari pun hari saya dilalui tanpa musik.

Untuk saya, penyelamat itu adalah musik. Untuk teman -teman mungkin berbeda. Ada melukis, menari, memasak, mendesain, menciptakan lagu, menyutradarai film, menjahit, olahraga atau bisa apa pun juga. Termasuk yang negatif.

Tapi dengarkan kata saya ketika saya bilang bahwa kamu tidak sendirian di dunia ini. Kamu bukan satu - satunya anak di dunia ini yang orang tuanya berpisah. Berani bilang tidak ketika kesedihan melanda dan ada yang datang menawarkan kesenangan sesaat. Believe me, it's not the solution. Saya pun melakukan kesalahan, tentu saja. Saya manusia juga. Bisa sedih. Sisi rebellious saya muncul dalam bentuk malas kuliah hingga akhirnya saya berhenti bicara dengan ayah saya selama satu tahun. Satu hal yang saya sesali sampai saat ini..

But, i think, i turned out pretty good. Saya ngga merokok, saya ngga minum minuman keras apalagi ngobat. My life is pretty boring di area - area tersebut hehe. Sampai umur segini belum pernah mabuk ( kalo ngangon orang mabuk, sering ! ). But i don't have to. I already have my addiction to music and that's enough. Saya ga perlu mabuk gara - gara perceraian orang tua, saya cuma perlu bernyanyi. Dan lihat di mana saya berada sekarang berkat itu. Selamanya saya akan selalu merasa bersyukur untuk semua melodi yang telah diperdengarkan selama hidup saya.

Sekali lagi, jutaan orang di dunia ini memiliki pengalaman yang sama dengan saya sekaligus juga mempunyai jutaan pelampiasan masing - masing sesuai kepribadiannya. Faktanya adalah banyak orang yang sukses yang juga produk broken home. Banyak juga yang terpuruk. Kamu mau jadi yang mana, itu semua pilihan kamu. Tapi kalo saran saya, pilih yang sukses aja yah ;)

link: PRODUK GAGAL
SHARE

Aufkla Stories

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image

0 komentar:

Posting Komentar