Talkshow "Kebahagiaan
Keluarga, Penentu Karakter dan Tumbuh Kembang Anak"
Medan,
15 Mei 2016. Tahun ini Nestle LACTOGROW mempersembahkan Nestle LACTOGROW Happy
Date with Legendaddy – Happy Winter Land di Medan, yang menghadirkan arena
bermain bersalju terbesar di dalam mal. Dalam acara ini dibahas pula hasil
dari Happy Family Survey yaitu survei konsumen Indonesia mengenai tingkat
kebahagiaan keluarga dan kaitannya dengan hubungan antara orang tua dan anak.
Brand
Manager LACTOGROW Gusti Kattani Maulani mengatakan melalui survei awal tentang
Arti Kebahagiaan Keluarga yang dilakukan melalui media sosial kepada orang tua,
didapatkan hasil hanya 53 persen responden yang menyatakan anak mereka merasa
bahagia akan hubungannya dengan orang tua. Para responden juga merasa waktu
yang dihabiskan dengan anak kurang cukup. Sebab itu, Nestle LACTOGROW pun
tergerak melakukan survei lanjutan dan mencari tahu bagaimana memaksimalkan
keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak untuk meningkatkan kualitas
kebahagiaan keluarga.
Nestle
LACTOGROW kemudian mengadakan sesi focus
group discussion (FGD) dengan para ibu untuk menggali lebih dalam faktor
penentu kebahagiaan keluarga serta bagaimana memaksimalka kebahagiaan mereka.
Hasilnya, para ibu merasa pola asuh anak berperan penting dalam menentukan
kebahagiaan keluarga. Meluangkan waktu untuk bermain dengan anak dan
beraktivitas di akhir pekan dengan keluarga juga merupakan hal sederhana yang
dinilai dapat meningkatkan keharmonisan keluarga.
“Para
ibu merasa bahagia dengan menghabiskan waktu bersama anak dan suami. Enggak
usah bawa jalan-jalan keluar negeri udah happy.
Menghabiskan waktu bersama seperti belanja bulanan. Yang penting kebersamaan,”
tambah Gusti pada Media Talkshow Happy Date with Legendaddy – Happy Winter
Land, Minggu (15/5) di Plaza Medan Fair, Medan.
| (Kiri-kanan) Gusti Kattani, Dr. Saptawati, Psikolog Rini Hildayani, Oka Antara |
Lebih
lanjut, pada kesempatan yang sama Psikolog Rini Hildayani, M.Si mengatakan
kebahagiaan dan penentuan karakter anak memiliki hubungan yang timbal balik.
Ketika anak memiliki karakter yang baik seperti patuh, penurut, tekun maka orang tua akan bahagia. Di sisi lain,
kebahagian anak muncul dari hubungan yang baik antara orang tua. Kebahagiaan
anak tersebut akan membentuk karakter yang baik pada anak.
Gusti
kemudian membeberkan hasil survei lain. Di Jakarta, ayah menduduki peringkat
ke-empat atau terakhir sebagai pengasuh anak setelah ibu, kakek, nenek dan
lain-lain. Hasil survei ini berkaitan dengan survei sebelumnya. “Hanya 23
persen yang bahagia, karena takut kurang waktu bersama. Maka waktu dan frekuensi
kebersamaan harus ditingkatkan,” jelasnya.
Oka
Antara, seorang public figure dan
ayah dari 3 anak turut membagi pengalamannya mengasuh buah hati pada talkshow
tersebut. Oka mengaku selalu ingin menghabiskan waktu dengan main, main dan
main. Ia juga melakukan pembagian tugas dengan istri. Jika ia di rumah, ia ikut
mengasuh anak, bermain dan belajar bersama. “Ada beberapa kekurangan istri yang
jadi kelebihan saya. Misalnya saya cenderung lebih sabar dalam membantu mengerjakan
tugas sekolah, sedangkan istri lebih sabar dalam bidang lain misal kebersihan,”
papar Oka. Ia dan istri juga sudah memiliki komitmen tentang manajemen waktu
sejak awal dan terus memegang komitmen tersebut.
Psikolog
Rini bilang keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat mendorong tercapainya
tumbuh kembang anak yang optimal. “Interaksi dan pengalaman yang dialami anak
ketika bersama dengan orang tua, khususnya ayah, dapat memengaruhi perkembangan
kognitif dan bersosialisasinya. Hal penting yang perlu diingat oleh ornag tua
dalam mengasuh dan berinteraksi dengan anak adalah harus peka terhadap apa yang
dibutuhkan anak, termasuk kebutuhan untuk merasa bahagia,” tuturnya.
Rini
juga menambahkan tidak ada resep kerjasama yang mutlak untuk menciptakan
keluarga yang bahagia. Poin terpenting adalah saling melengkapi misalnya ayah
mengerjakan apa yang ibu tidak bisa kerjakan pada saat tertentu. “Misalnya
sudah dibagi tugas, ayah mengerjakan A,B,C dan ibu mengerjakan D,E,F. Lalu ibu
tidak bisa mengerjakan D,E, kalau hitung-hitungan kan jadi tidak bisa.
Melengkapi, memahami, komunikasi dan komitmen,” tambahnya.
Selain
peran orang tua, kebahagiaan anak dan keluarga bisa juga didukung oleh
kesehatan saluran cerna, yang ternyata berpengaruh pada perkembangan kognitif
dan perilaku anak. Pakar gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. menjelaskan secara otonomi saluran
cerna penuh dengan pembuluh darah dan syaraf, sehingga apa yang terjadi di
saluran cerna akan mempengaruhi emosi dan perilaku kita. Karena ada komunikasi
antara saluran cerna dengan otak. Sebab itu kesehatan saluran cerna menjadi
yang utama.
Saptawati
menambahkan organ imun terbesar ada di dalam saluran cerna. Ada yang menjaga
kesehatan saluran cerna yang tidak bisa dilihat oleh, yakni bakteri baik atau
probiotik. Bakteri tersebut yakni lactobacillus reuteri, yaitu menyebabkan terjadinya kekebalan.
Dalam usus terdapat semua jenis bakteri, baik dan jahat, maka harus ada
keseimbangan. Jika tidak seimbang atau kurangnya probiotik, maka bakteri jahat
akan lebih banyak hingga terjadi peradangan yang menyebabkan selaput lendir
yang berfungsi untuk menyerap nutrisi yang kita makan, menjaga agar racun tidak
masuk ke pembuluh darah, akan terganggu.
“Kuman
masuk menyebabkan berbagai penyakit di seluruh tubuh terutama di saluran cerna,
seperti mules, diare dan lain-lain, akan dikomunikasikan ke otak jadi enggak happy dan marah. Misalnya pada anak bayi
saluran cernanya tidak sehat, orang tua enggak bisa tidur malam, gimana orang tua mau happy/,” tutur Saptawati.
Sehubungan
dengan hal tersebut, ada penelitian yang mengemukakan bahwa pada saat bayi kekurangan
probiotik dan menyebabkan ketidaksehatan saluran cerna, setelah 10 tahun kemudian
rentan mengalami sulit tidur. “Tapi enggak hanya anak saja yang sulit tidur
tapi sekeluarga, karena waktu anak masih bayi, pola tidur keluarga ikut
terganggu,” tambah Saptawati.
Sebenarnya,
bagi yang ingin hamil, saluran cerna harus sehat karena dapat diturunkan ke
calon bayi. Probiotik bisa didapat dari ASI dan secara alami sudah tersedia di
saluran cerna ibu hamil. Bayi yang baru lahir juga penuh dengan probiotik, dari
lingkungan, bagi umat muslim melalui azan dari sang ayah dan kemudian ASI. Lactobacillus reuteri harus dirawat
untuk tetap hidup dengan cara memperkaya jumlah probiotik. “Makan banyak serat
seperti pisang, sayur akan memberi makan probiotik,” jelas Saptawati.
Berangkat
dari tersebut, kata Gusti, Nestle LACTOGROW hadir dengan lactobacillus reuteri di dalam susu dan terdiri atas dua jenis
yakni untuk anak usia 1-3 tahun dan usia 4 tahun ke atas. Inovasi ini pun
didukung oleh Dr. Saptawati. “Saya mendukung kalau ada lactobacillus reuteri di dalam media susu karena susu mengandung
gula susu yang disebut laktosa, berperan sebagai probiotik,” jelas Saptawati.
Oka
Antara mengaku ia sangat selektif memilih soal gizi dan makanan. Sebelum
memiliki anak, hal tersebut sudah ia terapkan. “Kita sadar penting perkembangan
anak sangat krusial dengan makanan. Berdasarkan riset pribadi, susu harus ada
selain lauk pauk dan lain-lain,” kata Oka.
Psikolog
Rini menambahkan seperti hasil survei, kebahagiaan dapat ditingkatkan dengan
memulai hal sederhana serprti kegiatan masak di rumah. Meminta anak memetik
tauge, mengocok telur juga dapat mengasah motoriknya. Ia juga mengatakan orang
tua bisa dijadikan sebagai alat bermain anak, tidak harus pakai mainan. “Kadang
kalau pakai mainan, orang tua cuma biarkan anaknya pakai mainan sementara orang
tua hanya duduk saja. Mending kalau ikut terlibat, ini malah sibuk sama gadget,” kata Rini. Anak pada usia 2-3
tahun senang jika alat bermainnya memberi efek tertentu. Misalnya kalau ditekan
keluar bunyi dan orang tua bisa jadi alat itu. Contohnya ayah atau ibu
menggembungkan pipinya kemudian dikempeskan dengan mengeluarkan suara dari
mulut. Sederhana namun bisa membuat anak tertawa. “Ayah bisa jadi kuda-kudaan,
enggak harus beli mobil-mobilan. Enggak ada alasan untuk tidak bermain dengan
anak,” pungkas Rini.
Oka
bilang ia seringkali menciptakan kegiatan sendiri. Ia menanyakan kegiatan apa
yang dilakukan di sekolah. Seperti yang pernah terjadi, pada salah satu anaknya yang pemalu. Ketika sekolah melakukan sebuah kegiatan, ia malu melakukannya. Oka pun
menanyakan pada pihak sekolah dan mencari di Youtube tentang kegiatan tersebut.
Kemudian ia mengajak anaknya melakukan kegiatan itu di rumah dan si anak
menjadi tidak malu lagi melakukannya di sekolah.
Ketakutan
orang tua akan kurangnya waktu yang dihabiskan bersama anak mendorong Nestle
LACTOGROW kembali mengadakan Happy Date with Legendaddy di tahun ini. Menurut
Gusti, kebersamaan bukan soal waktu namun tentang kegiatan yang dilakukan. “Kita
punya kegiatan menghias yang diutamakan bersama ayah. Kegiatan ini mengingatkan
orang tua untuk bermain bersama anak,” jelasnya.
Tak
hanya sampai di situ, untuk membantu keluarga Indonesia menciptakan
kebahagiaan, Nestle LACTOGROW akan mengadakan SURVEI pre dan pro atau sebelum
dan sesudah acara. Jika sebelum acara Nestle LACTOGROW melakukan survei,
setelah acara juga akan diadakan survei untuk mengukur keefektivan kegiatan
tersebut. “Apakah setelah kita sama-sama hadir diterapkan di rumah atau tidak.
Karena yang terpenting itu setelahnya dibawa ke rumah atau enggak quality time nya. Nanti kita survei pada
500 keluarga melalui telepon, 2 minggu setelah acara. Kami berharap kegiatan
ini berkenan sehingga bisa bersama-sama meningkatkan kualitas keluarga Indonesia,”
pungkas Gusti.
| Foto bersama usai talkshow |
Let’s
Play With The Snow!!
Happy
Date with Legendaddy – Happy Winter Land dilaksanakan di atrium Plaza Medan
Fair. Wahana bermain di dominasi warna biru dan putih. Seketika Plaza Medan
Fair dihujani salju secara lokal.
| SNOW! SNOW! |
Tak
heran Nestle LACTOGROW Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land ini
mendapat rekor MURI sebagai arena permainan salju dalam mal terbesar. antara
lain menghadirkan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota
keluarga seperti area kreasi snowman, area mewarnai, memancing ikan, winter land
zoo dan booth foto.
Karena
merupakan negara tropis yang tidak disinggahi salju, kehadiran salju di wahana
bermain ini jelas menarik dan menyenangkan. Tidak hanya bagi anak-anak tapi juga
orang tua dan pengunjung mal. Ditambah keseruan
aktivitas yang dihadirkan, membuat anak bersemangat. Jangan kan anak-anak, saya
saja yang berusia 23 tahun luar biasa excited.
| Ramai sekali |
Anak-anak
bermain dengan bebas, mengeksplor hal baru dan yang paling membahagiakan adalah
melihat keakraban antara anak dan orang tua yang menemani anaknya bermain.
Tertawa dan seru bersama, tak lupa mengabadikan momen. Harus diabadikan karena
momen bermain bersama tersebut belum tentu bisa dilakukan setiap hari di rumah.
Legend
Musician in Happy Date with Legendaddy. Kahitna is on the stage!!!
Satu
hal lagi yang menjadi daya pikat acara ini adalah bintang tamunya. Tak tanggung
Nestle LACTOGROW menghadirkan band legendaris, Kahitna pada puncak acara. Usai
atau saat menemani anak bermain, para orang tua juga dihibur oleh lagu-lagu
yang dibawakan Kahitna. Tepat pukul 17.00 WIB Kahitna naik panggung. Kehadiran Kahitna tidak
hanya membuat para orang tua bersemangat tapi juga pengunjung mal lain yang
memenuhi pinggir-pinggir pembatas mal di tiap lantai.
| Mario, Hedi, Carlo, Kahitna on stage! |
Dengan
formasi lengkap, Kahitna menyanyikan 12 lagu, dibuka dengan Tentang Diriku, kemudian
Cerita Cinta, Andai Dia Tahu, Takkan Terganti, Aku Dirimu Dirinya, Katakan
Saja, Rahasia Cinta, Kekasih Dalam Hati, Soulmate, Tak Sebebas Merpati, Setahun
Kemarin, dan ditutup dengan Cantik. Para orang tua pastilah terhibur sekaligus
nostalgia dengan lagu-lagu tersebut.
Kegiatan
Nestle LACTOGROW Happy Date with Legendaddy ini tidak hanya kidsable namun juga menghibur bagi para
orang tua. Nestle LACTOGROW ingin membuktikan bahwa bahagia adalah hal yang
sederhana namun berdampak luar biasa. Kegiatan ini dimulai di Jakarta pada
bulan Februari 2016 lalu dan Medan merupakan kota keempat kemudian akan kembali
diselenggarakan kembali di Jakarta pada 28 Mei mendatang. Sebelumnya di tahun
lalu, Nestle LACTOGROW juga mengadakan kegiatan serupa dengan tema Happy Beach.
Happy tummy, Happy kids and also Happy me! Terima kasih, Nestle LACTOGROW. Acaranya pecaaahh!!
| Happy me!! |
0 komentar:
Posting Komentar