Dulu kau sering menceritakan tentang ‘nya’ pada ku sebelum kau bercerita
tentang ‘dia’ sekarang.
Aku harap ‘nya’ yang terakhir.
Aku sudah restu.
Tapi tidak, kau berpaling.
Kali ini, benar, aku harap ‘dia’ yang terakhir.
Hati ku sudah terlalu lelah berkorban.
Mendengarmu bercerita tentang ‘nya’
atau ‘dia’, tak pernah enak
Sama sulitnya.
Bedanya, aku lebih suka ‘nya’ daripada ‘dia’.
Iya, aku tak berhak.
Tapi ini hak hati ku untuk menilai
Tenang lah, tak sekalipun aku niat menghasutmu
Cukup jalani hidup dengan segala ketidaktahuanmu
Maka kau sudah cukup adil pada hati ku
Atau, kau mau aku jadi yang terakhir?
Ha! Bangun dari mimpimu, sayang
Aku enggan!
0 komentar:
Posting Komentar